Postingan

Ulasan Syair Pendidikan

Syair Ingatlah ini ananda  Rajinlah belajar sepanjang masa  Karena ilmu tiada habisnya  Sampai kau tutup usia Ulasan :  Syair diatas memiliki struktur dan isi yang klasik dan edukatif. Syair ini mengajarkan pentingnya rajin belajar dan mengingatkan akan kemurnian ilmu. Baris pertama ini memberikan instruksi langsung kepada si pemustudi, yaitu untuk ingat-ingat. Kata “Ananda” digunakan sebagai gelar hormat yang artinya putra atau anak, menunjukkan bahwa pesan ini bertujuan untuk memberikan nasihat yang bijaksana. Baris kedua ini menekankan pentingnya belajar secara terus-menerus. Kata “rajinalah” menuntut perilaku yang sungguh-sungguh dan tekun dalam proses belajar. Baris ketiga ini menekankan bahwa ilmu tidak pernah habis. Artinya, setiap hari pasti ada hal baru yang bisa dipelajari dan dikuasai. Baris keempat ini memberikan kesimpulan yang tegas bahwa belajar harus dilakukan sampai ajal datang. Ini menunjukkan betapa pentingnya belajar sepanjang hayat. Syair ini men...

Ulasan Cerpen “Dilema Nara” Karya Alya Khalisah

  Cerpen Dilema Nara menceritakan kehidupan seorang gadis bernama Nara yang hidup dalam lingkaran penderitaan akibat konflik keluarga. Nara adalah anak dari pernikahan kedua ayahnya, yang membuat keluarga mereka menjadi sasaran cemooh dan kebencian. Konflik ini mencapai puncaknya dengan tekanan mental yang mendorong Nara untuk mengambil keputusan tragis. Cerpen ini menggambarkan perjuangan batin Nara hingga akhirnya ia memilih untuk mengakhiri hidupnya, mengira bahwa kematian adalah satu-satunya jalan menuju kedamaian. Cerpen ini berhasil menyampaikan emosi karakter utama dengan kuat. Pembaca dapat merasakan kesedihan, putus asa, dan tekanan yang dialami Nara.  Cerita ini juga mengangkat isu sensitif tentang keluarga, pengkhianatan, dan kesehatan mental yang relevan dalam kehidupan nyata.  Penulis menggunakan deskripsi yang mendetail untuk membangun suasana. Contohnya, pecahan kaca dan bayangan gelap menciptakan atmosfer tekanan yang dialami Nara.  Alur ceritanya be...

Pantun

  Bintang bertabur di langit malam,Angin berbisik begitu lembut. Pantun ini kusimpan dalam, Hanya untukmu, yang selalu buatku tersenyum.

Pelupa

Siang itu, kami baru pulang dari suatu tempat. Aku lupa darimana, tapi yang jelas hari itu panas banget, dan kami semua udah capek. Sampai di rumah, Mama langsung berhenti di depan pintu. “Eh, pintunya terkunci! Mana kunci ini? Siapa yang terakhir pegang?!” tanyanya sambil celingak-celinguk panik. “Aku nggak pegang, Ma. Tadi katanya kuncinya sama Bibi,” jawabku sambil mengelap keringat. Mama menghela napas cepat. “Ya udah, Ibu telepon Bibi dulu deh.” Mama langsung sibuk mencari sesuatu di tasnya, lalu melirik ke kursi mobil, bahkan membongkar belanjaan. “Handphone Ibu mana sih? Ada yang lihat nggak?” tanyanya sambil terus mengacak-acak isi tasnya. Aku dan adikku otomatis ikut mencari. Aku periksa jok mobil, adikku sampai jongkok ngecek di bawah pintu mobil, kali aja jatuh. Tapi tetap nggak ketemu. “Ibu, tadi terakhir kali handphone-nya taruh di mana?” tanyaku sambil berpikir keras. “Kalau Ibu ingat, ya Ibu nggak nyuruh cari! Ayo cepat, ini penting! Ibu mau tanya Bibi soal kunci rumah!...

"Bukan Seperti Kakak"

oleh : Jenny Yelia Citra

Saat Senja Tak Lagi Sama

Dikala itu, di tepi pantai Langit memancarkan cahaya jingga yang sangat indah Saat kita masih bersama Melewati hari-hari yang rumit Dulu kita sepasang jiwa yang tak terpisahkan Kini, semua sudah berbeda Jarak di antara aku dan kau sudah terlalu jauh Kini, semuanya telah usai Kehilangan dirimu membuat hati ini sangat terluka Di setiap malam yang hening, rindu ini terus menghantui Aku berbicara pada bayangmu di gelapnya malam Air mata selalu mengalir saat mengingat kenangan bersamamu Kini, pancaran cahaya senja tak sama lagi seperti dulu Aku tahu, kau takkan pernah kembali lagi Dan aku akan menyadari Bahwa perpisahan ini hanyalah awal dari perjalanan baru